![]() |
Ir.H.Herry Darmawan, anggota Komisi II DPRD Jabar ( foto:istimewah) |
Selain minta dukungan cara
meningkatkan produksi garam, para petani juga minta dilakukan perbaikan infrastruktur
dan sarana-parasana serta pemanfaatan teknologi yang dapat meningkatkan
kualitas garam.
Terkait aspirasi para petani
garam Pantura Jabar , Herry Darmawan membenarkan bahwa beberapa waktu lalu, beberapa anggota Komisi II
DPRD Jabar didampingi Kepala Bidang Kelautan Dinas Perikanan dan Kelautan,
telah melakukan kunker ke ladang petani Garam di Kabupaten Cirebon.
Kepada anggota Komisi II , Para kelompak petani Garam
Cirebon yang temui, menyampaikan keluhan dan memohon perhatian dari
pemerintah provinsi Jabar. Karena mereka merasa perhatian pemerintah sangat
kurang memperhatikan nasib mereka dan produksi garam mereka.
Adapun keluhan yang mereka sampaikan, diantaranya soal infrastruktur sarana dan prasarana serta teknologinya. Padahal, wilayah pantura jabar khususnya Kab.Cirebon dan Kab. Indramayu merupakan sentra produksi Garam bagi Jabar, ujar Herry Darmawan saat dihubungi faktabandungraya.com melalui telepon selulernya, terkait hasil kunker Komisi II ke Cirebon, Senin (19/10-2020).
Melihat hasil produksi garam petani, ternyata kualitas produksi Garamnya cukup bagus, namun dalam memproduksinya masih menggunakan pola tradisional. Untuk itu, mereka memohon pembinaan dan pelatihan dari pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan SDM agar produksi Garamnya lebih meningkat dan kualitas lebih baik lagi.
Sedangkan terkait infrastruktur,
sarana-prasarana, mereka meminta agar jalan/ jalur menuju ladang garam dapat
dibenahi, hal ini penting, karena mereka kesulitan saat mengangkut produksi
garam.
Adapun terkait
sarana-prasarananya, para kelompok petani garam, mengakui bahwa selama ini
mereka memproduksi garam secara tradisonal dan belum sama sekali menggunakan
teknologi. Untuk itu mereka minta dibantu peralatan teknologi. Agar produksi garam mereka mampu berdaya
saing dengan garam infor.
Politisi PAN Jabar asal Dapil Jabar 13 (Kab. Kuningan, Ciamis, Pangandaran
dan Kota Banjar) mengatakan, walapun wilayah pantura Jabar sebagai sentra
garam, namun, sampai kini masih belum mampu memenuhi kebutuhan atau konsumsi untuk warga jabar, baik garam
kasar maupun halus . Apalagi untuk
kebutuhan industri.
Untuk itu, bila SDM ditingkat dan
diberi sentuhan teknologi tentunya, para petani garam , akan lebih memiliki
kemampuan dalam meningkatkan produksi dengan kualitas lebih baik lagi, ujar
Bambang yang kali kedua menjadi anggota DPRD Jabar ini.
Lebih lanjut Bambang mengatakan,
aspirasi petani garam pantura ini sudah kita serap, selanjutnya akan kita
bicarakan dan perjuangan, agar para petani garam ini mendapatkan perhatian dari
pemerintah provinsi Jabar.
Selain itu,kita juga kan meminta
agar para stakeholder terkait, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan , Dinas
UMKM, BUMD Keuangan ( Bank BJB atau BPR Jabar),
Dinas Kimrum maupun Dinas BMPR untuk dapat berkolaborasi dalam mendukung
dan mendorong petani garam Jabar agar
hasil produksi garamnya mampu bersaing dengan garam infor dan memenuhi
kebutuhan akan garam bagi warga Jabar.
Komisi II DPRD Jabar juga akan
mendorong pemprov Jabar memalui OPD terkait, agar program yang direncanakan/
regulasi kebijakan berbasis kawasan. Hal ini penting, agar jangan sampai
lahan/ladang garam beralih fungsi.
Intinya kita ingin, agar petani garam kedepan dapat meningkatkan harkat
dan martabatnya, tandasnya. (adikaraya/husein).